18 September 2013

Rupiah Nervous Menanti Kebijakan Bank Sentral AS

JAKARTA - Laju pergerakan Rupiah diperkirakan masih fluktuatif pada perdagangan hari ini meski sempat melewati target support Rp11.448 per USD. Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) Rupiah bergerak di kisaran Rp11.412-11.477 per USD.
 
Menurut Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, tingkat volatilitas laju Rupiah di pasar antar bank global menunjukkan kenaikan. Apalagi yield obligasi Surat Utang Negara (SUN) menunjukkan kenaikan sehingga memberikan sentimen negatif. 

Dia melanjutkan, sidang Federal Open Market Committee (FOMC) telah menyebabkan kekhawatiran pada mata uang emerging market. Hal ini terlihat dari laju dolar Amerika Serikat (AS) yang terlihat lebih tinggi. 

"Pelemahan ini tidak hanya terasa bagi Rupiah namun, juga berimbas pada mata uang emerging market lainnya," jelasnya di Jakarta, Rabu (18/9/2013).

Dia melanjutkan, meski laju dolar AS sedang mengalami pelemahan terhadap euro seiring ekspektasi rilis investor confidence Jerman membaik. Namun, nilai tukar Rupiah justru tetap negatif.

Pada perdagangan non-delivery forward (NDF) kemarin, Rupiah turun 198 poin atau 1,78 persen di kisaran Rp11.182 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran Rp11.176-Rp11.460.

Sementara BI, dalam Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada median Rp11.451 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran Rp11.508-Rp11.394 per USD.

Sumber : okezone

Tidak ada komentar: